Kamis, 07 Juni 2012

Ayam Goreng

   Bedul sangat doyan ayam goreng. Apalagi ayam goreng panas yang baru diangkat dari penggorengan.
Perpaduan ayam goreng panas, nasi panas, dan sambal terasi, bisa membuat badul kalap jinga perutnya mau meledak.
   Selain ayam goreng yang di masak oleh istrinya, Badul paling suka dengan ayam goreng di warung dekat terminal
. Menurut Badul, ayam goreng
dekat terminal adalah ayam goreng terenak selain ayam goreng buatan istrnya.
   Sore itu, sepulag kerja, Badul mampir di warung dekat terminal.
  "Saya ya," kata Badul dengan santai.
Ia merasa pelanggan setia warung itu dan pelayan warung sudah tahu kesukaannya seingga tak perlu banyak bicara. Badul lalu meletakan pantatnya di kursi ynag kosong.
   Sesaat kemudian, pelayan datang membawa sepiring ayam goreng panas. Badul pun melotot.
  “Wah, cepet banget. Sini...sini, taruh sini,” katanya sambil menunjuk meja didepannya.
   “Aduh... maaf, Mas Badul. Ini ayam pesanan bapak itu.” Kata si pelayan sambil menujuk pria tinggi besar dan lenganya di penuhi tato yang duduk seberang Badul.
   “Terus terang, ini ayam yang terakhir, Mas. Jadi Mas Badul gak kebagian lagi.” Imbuh si pelayan.
Bedul pura-pura tidak mendengar. Namun saat ia mau memegang ayam itu, tiba-tiba seseorang membentaknya.
   “Hai, Jangan sentuh ayam itu! Apapun yang kamu lakukan terhadap ayam itu akan aku lakukan terhadapmu. Kamu potong kakinya aku potong kaki mu! Kamu tusuk perutnya aku tusuk perutmu!”
   Rupanya ancaman itu meluncur dari mulut si lelaki tinggi besar.
   Badl jadi mengkeret. Namun, setelah terdiam sesat, pelan-pelan Badul mengakat ayam goreng utuh itu lalu menjilati bagian brutunya.






Sumber : SM
 

0 komentar: